Selamat Hari Kasih Sayang a.k.a Valentine's Day.
![]() |
| Expectation v. Reality |
A virtual place where my scattered random thoughts are collected and put into writings. A witness and silent supporter to encourage me being an author some day. Not-so-private-but-can-be-accessed-publicly blog containing glimpse of myself.
Selamat Hari Kasih Sayang a.k.a Valentine's Day.
![]() |
| Expectation v. Reality |
"Roses are red
Violet are blue
Torres was red
and now he's going blue!"
First of all, selamat utk Rully dan Windri. I'm so happy for you guys. I can feel love from here. Terima kasih untuk kesempatan delivering this wedding speech, which is my first time ever. Jadi sori kalo agak grogi =p dan nyontek2.
It seems like yesterday when windri shared her dreams with me. Karirnya, making music, business, coaching, love and marriage - last two took major parts of all of course - and here you are being such a lovely bride with amazing groom besides you.
There was my wedding speech!I've known windri for years walopun awalnya ga deket but since she occupied my bed room back then on a training camp, she's been a best friend for me ever since. I once prayed for windri supaya dia mendapatkan pasangan hidup yang terbaik and I know my pray has been answered. And now I'm praying for a Divine Intervention in your marriage life. Long may your love and happiness last.
Untuk Rully, having windri as your wife is a beautiful blessing and a challenge as well =p. She has every good quality a man wants for a compensation kalo dia lagi labil, fair enough lah ya rul hehe. Dan nampaknya anda berhasil menjinakkan neng windri. Titip jaga supaya dia ga stress-an anaknya, karena dia butuh orang untuk sometimes slow down her fast pace while pursuing her dreams and goals. Which become yours too now, and your dreams become her. Karena kalian bukan lagi 2 tetapi telah menjadi satu.
Well guys, we know how 2 people are in love from their look. Waktu akad, saya sangat tersentuh dengan the way this couple look to each other. Ga perlu banyak kata, but their eyes tell me that they love each other so. I hope that sparks will never fade, mungkin akan redup sedikit, tapi semoga sinarnya tak pernah mati.
Happy wedding once again.Hope you an ever after love story.God bless you always.
I orchestrate my mornings to the tune of coffee. ~Harry Mahtar
"Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same..."
-Flavia Weedn-
Dedicated to Òscar Moñino Marquez (February 2, 1984 - July 13,2010)
Have a pleasant journey in your eternal trip.
"Hugging is a wonderful tonic. It makes you feel energised and gives you an emotional boost...especially at this busy time of year when many people are feeling the pressure. In fact, the medical evidence is that a hug even makes your body produce more Oxytocin, which is the 'feel good' hormone. Research in America found that one 20-second hug a day makes a big difference between how happy and relaxed we are. Which is why people in a healthy relationship are happier and feel less stressed. "
![]() |
| Mr. Murdoch & Sarah Martin |
![]() |
| Blurred-happy-Bobby and me =) |
"Advokat harus senantiasa menjunjung tinggi profesi Advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile)".... (dikutip dari kode etik Advokat Indonesia). Rasanya baru saja saya menyelesaikan kelas PKPA alias Pendidikan Khusus Profesi Advokat supaya bisa mendapatkan sehelai sertifikat yang menjadi kunci agar saya bisa mengikuti Ujian Profesi Advokat bulan Desember 2008. Tujuh kali akhir pekan saya habiskan di kelas yang hanya karena kewajiban Undang-Undang saja mau tak mau harus dihadiri. Dengan kata lain, nyaris saya muak dari senin sampai minggu bertemu dengan lulusan-lulusan sekolah hukum, baik yang sudah advokat, dan yang baru mau jadi advokat.
Selesai PKPA, Ujian Profesi Advokat pun menanti. Seperti anak kuliahan, bahan-bahan semester tiga dan empat diulang lagi untuk ujian dalam satu hari. Perdata, Pidana, Kode Etik, Hubungan Industrial, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara. Plus surat kuasa dan surat gugatan untuk essay. Bisa soal arbitrase, tapi rasanya demi mengejar waktu semua orang pasti memilih si surat gugatan. Kalau di luar negeri atau di novel-novel hukum, biasanya ujian ini namanya Bar Exam. Niatan mulia (semua orang) awalnya mencicil semua bahan itu jauh-jauuuuuuuuuh hari, tapi toh faktanya baru kira-kira seminggu sebelumnya bahan ujian dilahap. Ujian Profesi Advokat ini lebih bikin capek dibandingkan maraton ujian kontrak dagang dan ujian pasar modal waktu kuliah dulu. Biasa mengetik dipaksa menulis tangan. Untungnya pemeriksa sukses membaca jawaban essay saya (terbukti akhirnya diluluskan setelah kira-kira 2 bulan kurang menunggu hasil =p). Sekali lagi, selembar sertifikat menjadi bukti kelulusan dari ujian massal ini yang mana ia adalah salah satu persyaratan untuk sakses dilantik sebagai advokat.
Jangan pikir pengangkatan Advokat berlangsung syahdu bak wisudawan diiringi lagu Gaudeamus Igitur setelah semua 'perjuangan' itu. Saya yang semangat dan siap diangkat merasa cukup kecewa dengan acara pengangkatan ini. Memang tempatnya mewah, di salah satu hotel bintang lima top di Jakarta. Kostumnya lumayan keren walau tak berbentuk, jubah hitam dengan dasi putih. Acaranya? Ngaret, basi, tidak menarik SAMA SEKALI. Pertama, registrasi ulang dengan antrian bak' ngantri sembako dan pelayanan yang lama. Dijadwalkan pukul delapan pagi baru mulai jam sepuluh lewat. Tempat duduk diberi nomor urut seperti anak SD duduk. AC kayanya sih kurang mempan untuk kira-kira 600 orang advokat baru itu. Kemudian Pengurus organisasi membacakan satu per satu nama calon advokat yang akan diangkat hari itu, ada yang pakai gelar SH, SH MH, tapi lama-lama pembaca yang lainnya menyerah dan tinggal sebut nama saja =p. Jadi yang kami lakukan adalah duduk diam karena tidak kenal sebelah-sebelahnya, mesem-mesem bila ada nama yang lucu, dan menunggu kapan selesai dan makan siang. Sebelum dan setelah pembacaan, namanya orang Indonesia pasti tidak afdol kalo tidak ada yang namanya pidato atau sambutan toh? Ada juga perwakilan beberapa advokat yang maju ke depan dan tentu saja dengan pidatonya juga. Setelah itu - saya tidak begitu ingat detailnya saking tidak menariknya acara ini sih- ya selesai. Sepertinya foto-foto lalu makan siang.
Katanya, advokat tuh officium nobile alias profesi yang mulia. Tapi pada saat pengangkatan itu saja saya sudah menemukan setidaknya tiga macam advokat-advokat yang tidak mulia. Pertama, saat mengantri untuk registrasi ulang banyak yang dari antrian paling belakang tiba-tiba sudah nyelonong di depan. Masih untung bila temannya atau kenalannya ada yang memang antri lebih dulu, kalau kondisinya seperti itu kan setidaknya temannya sudah ada usaha. Anggap saja lagi antri di bioskop ketemu temen yang sudah di depan. Yang bikin kesel adalah yang tanpa tedeng aling-aling menyerobot, baik versi pelan-pelan maupun versi slonong boy. Kedua, advokat-advokat yang berlaku seperti anak kampung nonton pertandingan bola yang teriak-teriak saat rekannya terlalu lama memberikan kata sambutan sebagai perwakilan advokat yang baru dilantik (yaaa memang ngebosenin tapi ga' usah begitu-begitu amat sihh). Nah yang Ketiga kelihatan saat makan siang. Betapa tercengangnya saya ketika keluar auditorium dan melihat pemandangan para advokat ini berebutan makanan. Saya tidak mendramatisir. Berebutan makanan! Iya sih udah bayar tapi sekali lagi ga' usah begitu-begitu amat sihhh....Saya yang tadinya tidak mau rugi karena sudah bayar malah mengurungkan niat untuk makan siang di sana. Terlalu brutal.
Pelengkap penderita adalah kami-kami yang baru diangkat ini tidak disumpah karena organisasi-organisasi advokat di Indonesia kebetulan masih pada 'berantem'. Jadinya Mahkamah Agung 'ngambek' dan mengeluarkan semacam titah yang isinya kurang lebih tidak memperbolehkan Pengadilan Tinggi menyumpah advokat-advokat baru sebelum pertikaian ini selesai. Jadi dari sekian banyak cerita diatas, saya dan advokat-advokat yang kemarin April ini dilantik cuma dapat "Tanda Pengenal Sementara Advokat" yang bentuknya sehelai surat yang dicetak di kertas bagus dengan kop surat si organisasi, diteken, dicap. Isinya menerangkan bahwa saya telah mengikuti Proses Sertifikasi Advokat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Advokat dan oleh karenanya diangkat sebagai Advokat. Tapi, Kartu Tanda Pengenal Advokat yang konon kabarnya lebih sakti dari KTP ataupun SIM masih dalam tahap pencetakan. Akhirnya si surat ini akan berfungsi sebagai pengganti dari si Kartu Sakti itu sampai tanggal 30 Juli 2010 (lama juga yaa nyetaknyaaa). Jadi si surat ini ditambah janji manis organisasi bisa dipakai para advokat baru supaya layak beracara di sidang pengadilan walaupun belum disumpah.
Yah, katanya sih begitu. Coba nanti kita lihat bagaimana. Walaupun ribet, bersyukur juga saya menjadi bagian dari profesi mulia ini =)
I rarely like watching TV Series.So i'm not a type of girl who can sit (or lay) hourly watching tv series -to be specific: (cheesy) drama series- eventhough the whole world say like: "This tv series thing are great!". I might be too ignorant to be curious and watch such series, otherwise i watched and got bored afterward. Not being indistinguishable or what, but simply that i sometimes don't get the storyline if it gets too long =p. I'd prefer reading to watch anyway.