Showing posts with label random thoughts. Show all posts
Showing posts with label random thoughts. Show all posts

Monday, February 14, 2011

No Complaint Week and Misi21 Day #1



Selamat Hari Kasih Sayang a.k.a Valentine's Day.

Bermula dari kebiasaan suka ngepas-ngepasin apapun, akhirnya di hari yang konon kabarnya penuh kasih sayang ini saya memutuskan untuk memulai hari #1 Misi 21 yang digagas oleh Mas Rene Sudarsono. Misi 21 adalah suatu misi melakukan suatu kegiatan baru, yang tidak biasa-biasa aja dan yang 'tak berdosa' (atau mencelakakan =p) selama 21 hari berturut-turut. Karena menurut riset 21 hari adalah waktu ideal orang untuk membentuk suatu kebiasaan baru dan meluruhkan kebiasaan lama. Nah, kalau 1 hari saja tidak melakukan hal baru maka diulang lagi dari awal. Seru kan? Menantang untuk berpikir selama 21 hari secara teratur untuk melakukan sesuatu yang ga bikin bosen hari itu. Untuk hari pertama ini saya menamakannya No Monday Moaning (mengutip ungkapan seorang teman). Per setengah hari ini dari skala 1-10 tingkat keberhasilan, yah..kurang lebih 7.5 deh. Lumayan untuk hari pertama.

Sebenernya No Monday Moaning ini adalah bagian dari suatu proyek bernama #nocomplaintweek.Intinya proyek ini adalah selama seminggu kita berkomitmen untuk tidak mengeluh tentang apapun (termasuk namun tidak terbatas pada ngedumel, komplen dan sejenisnya). Seminggu maksudnya adalah 7 hari kalender. Proyek ini tadinya proyek pribadi seorang Henry Manampiring di twitter. Kemudian beliau mendapat ide untuk mengajak khalayak ramai karena respon yang didapat cukup baik. Untuk lengkapnya bisa baca di sini. Lucu juga, keliatan mudah tapi ternyata cukup menantang.

Jadi, si ambisius ini tiba-tiba punya 2 proyek pribadi. Ada #nocomplaintweek selama seminggu dan #misi21 selama 21 hari. Hari pertama lumayan sakses dijalankan setengah hari dengan legowo. Dimulai dari cobaan ujan gede abis yang mengakibatkan harus menyetir dua jam lebih dari rumah ke kantor, klien-klien ga jelas maunya apa, plus pembatalan janji agak semena-mena tanpa alasan yang kuat, untungnya masi semangat menjalankan misi ini. Efeknya? Seperti saya bilang, lebih legowo, lebih semangat, dan lebih positif menghadapi hal-hal kurang mengenakkan tersebut *cieee*. Dan entah kenapa, hari ini saya merasa banyak dapat mujizat/berkat/yang baik-baik lah walopun ya itu tadi cobaannya 'sepanjang jalan' ada. Mulai dari dapat meja di Pepenero Kuningan lengkap dengan parkiran yang deket benerrr padahal siang itu rame banget dan kita juga pergi beramai-ramai; akhirnya dapat pasta enak (hasil ngidam seminggu); tiba-tiba dapat compliment 'heratisan' brownies coklat kacang dengan whip cream dari chef ganteng bertato (diantar langsung sama beliau); dikasi tiket CSI gratisan (WOW terima kasih ya, you're such an angel! emang pengen banget, padahal beli tiket juga gpp loh hihi yuk yuk ada yang mau pergi main???); dan dianter kue coklat dan pizza karena ada orang kantor yang ulang tahun. Mungkin ini kali ya yang Ps.Jeffry khotbah bahwa cara pandang seseorang menentukan bahwa ia bisa merasakan 'mujizat' setiap harinya ato ngga =)

Wow, entah euforia melakukan sesuatu yang baru, atau memang hari ini orang-orang tampak ekstra baik, tapi saya semangat melanjutkan hihiyy! Apalagi untuk misi #nocomplaintweek beberapa temen kantor yang kebanyakan adalah ratunya mengeluh (ehm!) mau ikutan juga. Yang kalah harus beli coklat hohoho. Baiklah, semoga bertahan hingga 7+21 hari ke depan. Kalo soal tampang saya keliatan manyun atau bengis, yah, kadang itu bawaan orok mohon maaf =p.

Jadi walaupun seperti ini kejadiannya:

Expectation v. Reality


Tetep harus hepi yaaa =D. Ketika kita masih dibiarkan sendiri, artinya kita masih punya kesempatan untuk membagi kasih sayang tidak secara ekslusif tapi bisa lebih meluas. Yea yea boleh bilang klise ato denial, tapi cobalah pikir dan bersyukur atas teman dan sahabat yang masih diijinkan ada di dalam hidup kita. Kalo selama ini kita cuma nyusahin temen terus, curhat terus, ngeluh terus, mungkin bisa coba tiba-tiba bikin/ngasih sesuatu yang baik buat dia. Kita toh ga pernah tau kapan kesempatan itu habis dan akhirnya kita menyesal. Plus, ini bisa jadi ide #Misi21 juga loh hehehe..

Menyambung #nocomplaintweek, buat saya itu juga adalah suatu proyek untuk belajar bersyukur atas apapun setiap hari. Lawan kata mengeluh itu bersyukur bukan? =)


Tuesday, February 1, 2011

When The Reds become Blue

"Roses are red
Violet are blue
Torres was red
and now he's going blue!"
With all my due respect to the REDS!

Skimming some news on transfer of Torres from Liverpool to Chelsea, I could not stand to have this poem popped out of my head. I was about to tweet that poem but since everybody's head seems super hot in this time, well..wise not to tweet it hehehe. I don't understand EPL at all. Not that i'm a football hardcore fans also (and i am not a fan of both Liverpool and Chelsea as well but hell yeah i'm a Madridista! =D). So i will not give any further comment on this. But what interests me is finding out that loyalty is getting rare nowadays. Ordinary people or famous football player is human being and selfish is basically our nature. I smiled and even almost laughed (not really cynically) while reading the news, how can I expect a mere ordinary people not being selfish if such a star acting up like that?

Anyway, whatever the reason is, i think being a selfish human is somehow inevitable. But since we are already civilized (and for Christians - since we are already 'saved') , IMHO we can choose whether we can make ourselves as a centre of universe, or realize that we are living with million people under the same universe. The choice is in our hand. Even if others being selfish, i can choose for not being selfish. This is sort of similar with what Tolstoy said: "Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself." I guess if everyone wants to change everyone, then the world will be chaotic although that thought to try to change some people is tempting indeed =p. Wait, wait, wait, i am not going to give a lecture to anybody right? *hehehe*

So Torres (fishy pisces no wonder =p), wish you luck. You will reap what you sow. (this is not a curse!, remember i am neutral loh)

And I would like to welcome fabulous February, let's see what i can change to be a better person this month. 

Cheers witme folks? \(^^)/

Monday, January 31, 2011

My first Maid of Honor Wedding Speech

It is an honor for me to deliver a wedding speech for a lovely couple. Although Windri has asked me months ago to prepare that speech, as a matter of fact i was struggle to write some sweet touchy speech just couple of hours before the d-day =D (*tee hee win). Knowing that this bride is an accute irritating perfectionist =p, delivering this speech is a pressure for me (another irritating perfectionist as well). Google helped a bit, of course lah, what can't you ask from google???

Having read several examples of speeches from net and from a friend, i conclude that making a wedding speech shall be done in the bathroom. Oh, OK that cannot be generally applied to everyone though hehe. What i meant is make it personal. Be funny or witty, not too serious is okay but the most important thing is be sincere. Put some nice memorable experience with the bride/groom inside the speech. Know your audience is kinda vital but since i was too late knowing some VIP audiences are all around at that time, Indonesian people said: hajar maning saja bleh! =D. Actually, i am not a very good public speaker, and well a shot of booze will usually boost up my confidence hihihi but simply said, just be yoursef and talk with your heart. The rest will follow =). At least in my experience hehehe.

By the way, below is my speech which i delivered on the wedding. I think that was memorable enough to be posted in my blog. And yes, i sometimes looked on my notepad in my blackberry. But believe me, improvisation will pop out along the way, and i guess my speech was sort of touchy, isn't it Win? *wink*. Oh i made the speech in english and also in bahasa indonesia because not all audiences speak english. Not trying to be Cinta Laura though =).

First of all, selamat utk Rully dan Windri. I'm so happy for you guys. I can feel love from here. Terima kasih untuk kesempatan delivering this wedding speech, which is my first time ever. Jadi sori kalo agak grogi =p dan nyontek2.
It seems like yesterday when windri shared her dreams with me. Karirnya, making music, business, coaching, love and marriage - last two took major parts of all of course - and here you are being such a lovely bride with amazing groom besides you.
I've known windri for years walopun awalnya ga deket but since she occupied my bed room back then on a training camp, she's been a best friend for me ever since. I once prayed for windri supaya dia mendapatkan pasangan hidup yang terbaik and I know my pray has been answered. And now I'm praying for a Divine Intervention in your marriage life. Long may your love and happiness last.

Untuk Rully, having windri as your wife is a beautiful blessing and a challenge as well =p. She has every good quality a man wants for a compensation kalo dia lagi labil, fair enough lah ya rul hehe. Dan nampaknya anda berhasil menjinakkan neng windri. Titip jaga supaya dia ga stress-an anaknya, karena dia butuh orang untuk sometimes slow down her fast pace while pursuing her dreams and goals. Which become yours too now, and your dreams become her. Karena kalian bukan lagi 2 tetapi telah menjadi satu.

Well guys, we know how 2 people are in love from their look. Waktu akad, saya sangat tersentuh dengan the way this couple look to each other. Ga perlu banyak kata, but their eyes tell me that they love each other so. I hope that sparks will never fade, mungkin akan redup sedikit, tapi semoga sinarnya tak pernah mati.

Happy wedding once again.
Hope you an ever after love story.
God bless you always.
There was my wedding speech!

Thank you for every moral supports given to me during the preparation and execution LOL. Oh one more thing, listen to good lyrics sometimes help and inspiring. And i also quoted an excerpt of sermon i have known before on holy matrimony =p. My own fave lines are: "And now I'm praying for a Divine Intervention in your marriage life. Long may your love and happiness last." It sounds sacred huh? The latter taken from somewhere around here.

So i shall start thinking: who will deliver the best man and maid of honor speech on MY wedding  *evil smirk*

Sunday, January 23, 2011

Serene Sunday Morning

Sunday morning
Should have been praising, or just simply lazing.
And then come one Ping!
Ask me working on mining.
So there goes my serene sunday morning.
That is called lawyering...

Please somebody tell me something i will be if i am not a lawyer.

Just curious =)

Friday, January 7, 2011

Perjalanan Kopi

I orchestrate my mornings to the tune of coffee. ~Harry Mahtar

Kopi.
Susu.
Gula.
Krimer.
Manis.
Pahit.

Waktu kecil saya dilarang minum kopi, nanti tidak bisa tidur kata papi.

Waktu agak besar boleh minum es kopi sedikit, nyicip punyanya mami di kedai kopi tak kie. Lupa rasanya seperti apa.

Waktu beranjak remaja sekolah di tempat yang memaksa saya minum kopi supaya bisa belajar sampai larut. Minumnya tentu kopi instan yang manis.

Waktu kuliah, kopi adalah kebutuhan, bukan karena hobi. Kopinya masih kopi instan, murah dan praktis.

Waktu awal-awal bekerja, mau tidak mau minum kopi supaya melek terus-terusan. Kali ini biji kopi asli yang digiling diacak-acak dan dikeluarkan dari mesin peracik kopi sungguhan di kantor.

Sekarang? masih minum kopi bila perlu saja. Kopinya kopi tubruk beli di aceh, tanpa susu, gula, krimer.

Konon kata seorang kenalan, bila kau tambahkan gula/susu/krimer ke dalam kopi maka rasanya akan menjadi rusak. Dulu lidah masih bisa dibohongi dengan rasa manis sehingga rasa kopinya hanya samar-samar. Kini, pekatnya kopi menyeruak dan wanginya semerbak itu yang dicari. Dan tentunya efek membuat mata nyalang sampai beberapa jam.

Apa mungkin kalau sudah besar kemampuan menyesap kopi pahit itu berbanding lurus dengan kemampuan menyerap rasa sakit ya?

Tuesday, May 4, 2010

Marah



Pernah marah?


Sering marah-marah?


Mau marah-marah?


Coba tahan dulu...




Banyak orang bilang ketika kamu marah janganlah berkata-kata;

Ada juga yang menyarankan ketika kamu marah, hitunglah sampai 10, 100, 1000 atau berapapun sampai si marah ini mereda;

Saat marah, segala yang buruk-buruk terasa lebih buruk namun yang keliatannya baik malah kabur oleh amarah;

Waktu marah, yang tadinya kawan semua terasa lawan. Jangan tanya bagaimana yang sudah lawan;

Ketika marah orang bisa jadi gelap mata; merasa dibenarkan berbuat sesuatu yang disesali karena alasan 'lagi marah;'

Marah malah bisa membuat orang jadi tidak seperti orang;

Marah-marah bisa juga membuat orang tidak jadi orang lagi;

Pengalaman menceritakan marah bisa ditahan juga dikendalikan;

Benjamin Franklin bertutur bahwa semua yang dimulai dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu;

Menurut pepatah Arab kuno, kemarahan diawali dengan ketidaksadaran dan diakhiri dengan penyesalan;

Cina juga punya peribahasa yang menyebutkan: jika engkau menahan diri sesaat saja dalam kemarahanmu yang luar biasa, engkau luput seratus hari dari seribu penyesalan;

Mahatma Gandhi turut menyatakan pendapatnya mengenai kemarahan, katanya kemarahan adalah air keras yang akan lebih merusak bejana tempat penyimpanannya daripada benda yang tersiram olehnya;

Namun Aristoteles menyimpulkan dengan manis : "Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah."

Paulus pernah pula menulis kepada jemaat di Efesus demikian: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu."

Favorit saya adalah ungkapannya Aristoteles sang filsuf.

Tidak mudah memang.

Marah kepada orang yang tepat;
Marah dengan derajat kemarahan yang tepat;
Marah pada saat yang tepat;
Marah untuk tujuan yang tepat; dan
Marah dengan cara yang tepat.

Ngomong-ngomong, buat saya sih ngalor ngidul begini biasanya memberikan waktu untuk berpikir dan mengurangi amarah =)

Jadi, bisa menghitung, bisa diam, bisa nyanyi, bisa menulis, apapun asal marah jangan bikin sesal yang tidak perlu.

Regards,
MW

Monday, February 22, 2010

Awal dari Awal

Menulis blog sebenarnya bukan resolusi tahun baru saya.

Tapi di awal saya pernah berkata untuk secara teratur menambahkan tulisan baru di blog ini, yang nyatanya terbengkalai nyaris satu tahun. Baiknya idealisme menulis blog seciamik blog-blog sastra harus sedikit diabaikan dulu. Walaupun akhirnya blog ini tidak direncanakan berisi curhatan melulu, tapi mohon maaf bila akhirnya demikian. Bagaimanapun, menurut Institute of Psychiatry London otak seorang wanita dapat menghasilkan 6.000-8.000 kata dan 1000-2000 bunyi vokal yang dapat diucapkan setiap hari. Jadi saya anggap hasil riset wong London ini jadi pembenaran sementara. Bagaimanapun, ini blog pribadi =p.

Saya akan berusaha konsisten untuk menulis dengan hanya satu bahasa pada setiap posting-an. Bahasa Indonesia ya bahasa Indonesia sampai habis, tidak bahasa gado-gado macam bicaranya artis abege yang konon blasteran itu. Bukannya saya turut mendukung UU No. 24/1999 yang sok nasionalis itu, tapi ini adalah salah satu upaya saya untuk belajar menggunakan bahasa nasional (yang kadang tidak baik pun tidak benar). Bila pernah mengalami, akan ada saat dimana kita kangen betul bicara bahasa Indonesia. Dan bila suka membaca, bahasa Indonesia punya padanan kata yang luar biasa kaya dan beragam. Sayangnya, literatur pop sukses membatasi penggunaan kata-kata dan menciptakan imej bahwa penggunaan bahasa Indonesia adalah kaku, kolot dan membosankan.

Ternyata sulit juga loh berpikir dan menulis dalam bahasa Indonesia seluruhnya. Walaupun sudah menjadi bahasa ibu, pengaruh media dan pergaulan bertahun-tahun membuat saya berbahasa nanggung. Saya tidak bermaksud sok kebule-bulean supaya kelihatan gaul. tapi kadang-kadang tidak 'ketemu' padanan kata yang dimaksud sampai harus menggunakan bahasa Inggris. Akarnya sih, karena saya malas mikir saja ternyata. Belum lagi pekerjaan saya sehari-hari yang mengharuskan saya menulis dalam bahasa Inggris kadang membuat saya jadi seenaknya bila harus menggunakan bahasa Indonesia.

Semoga blog ini tidak menjadi terlalu serius untuk dinikmati, dan terlalu tidak serius sampai tidak berarti. Dan semoga blog ini mampu merekam pemikiran-pemikiran yang kadang abstrak namun niscaya mampu menginspirasi. Yang paling penting adalah, semoga blog ini secara teratur segera diisi posting-an.